RESUME TOPOLOGI JARINGAN

Nama       : Kaleda Zea Arisyandi
NIM         : 15220196
Kelas        : 15.3A.02

PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS TOPOLOGI JARINGAN BESERTA KELEBIHAN DAN KELEMAHANNYA

PENGERTIAN TOPOLOGI JARINGAN

Topologi jaringan adalah konfigurasi fisik dan logis dari komputer-komputer yang terkoneksi dalam sebuah jaringan. Komputer dan perangkat seperti router, sakelar, dan lain-lain biasanya disebut sebagai mode.

JENIS - JENIS TOPOLOGI JARINGAN 

1. TOPOLOGI RING



Topologi ring adalah topologi dimana setiap komputer terhubung dengan tepat dua komputer lainnya membentuk ring. Penyampaian pesan bersifat searah dan melingkar.
Topologi jaringan ini bersifat deterministik, yaitu setiap komputer diberikan akses untuk transmisi pada interval waktu yang tetap. Semua node terhubung dalam loop tertutup. Topologi ini terutama bekerja pada sistem berbasis token dan token bergerak dalam satu lingkaran dalam satu arah tertentu.

KELEBIHAN TOPOLOGI RING :

  • Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat.
  • Aliran data mengalir lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.
  • Trasmisi data yang relatif sederhana seperti perjalanan paket data dalam satu arah saja.

KELEMAHAN TOPOLOGI RING :

  • Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan.
  • Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat.
  • Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.

2. TOPOLOGI DUAL RING ( CINCIN GANDA  )



Merupakan pengembangan dari topologi Ring dimana pada topologi ini terdapat beberapa LAN yang sambungan secara Ring. Dibandingkan dengan ring, dual ring masih lebih bagus karena memiliki dua kabel utama sebagai jalur lalulintas data, sehingga jika satu node mengalami kerusakan komunikasi masih tetap berjalan.
Satu-satunya perbedaan antara dual ring dan topologi ring adalah bahwa ada cincin kedua di sekitar cincin pertama. Berkat cincin luar ini, setiap stasiun dapat bertukar data dengan stasiun lain yang terletak di level yang sama.

KELEBIHAN TOPOLOGI DUAL RING :

  • Jika satu cincin gagal, cincin kedua bisa berfungsi sebagai cadangan, untuk menjaga jaringan tetap terjaga.

KELEMAHAN TOPOLOGI DUAL RING :

  • Pemasangan yang sulit dan rumit.
  • Harga pemasangan juga mahal.

3. TOPOLOGI MESH



Topologi mesh adalah topologi jaringan komputer dimana node-nodenya saling berhubungan satu sama lain. Dengan kata lain, komunikasi langsung terjadi antara node dalam jaringan.

KELEBIHAN TOPOLOGI MESH :

  • Jalur pengiriman data yang digunakan cukup banyak.
  • Tidak berebut jalur pada saat proses pengiriman data.
  • Bandwidth yang cukup lebar.
  • Teknik security yang baik pada topologi ini.
  • Mempunyai jalur cadangan untuk dilewati beberapa paket data.

KELEMAHAN TOPOLOGI MESH :

  • Saat proses instalasi sangat membutuhkan banyak kabel karena jalur yang digunakan sangat banyak.
  • Menjadikan tempat instalasi sangat sempit dan terkesan tidak rapi.
  • Proses instalasi jaringan yang cukup rumit karena harus menyambungkan jalur satu per satu antar komputer.
  • Memakan biaya instalasi yang mahal karena membutuhkan banyak kabel.

4. TOPOLOGI BUS




Topologi bus adalah jenis topologi paling sederhana di mana bus atau saluran umum digunakan untuk komunikasi dalam jaringan. Bus terhubung ke berbagai tap dan dropline. Keran adalah konektornya, sedangkan dropline adalah kabel yang menghubungkan bus dengan komputer. Dengan kata lain, hanya ada satu saluran transmisi untuk semua node.

KELEBIHAN TOPOLOGI BUS :

  • Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah.
  • Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.
  • Hemat kabel sehingga biaya instalasi relatif lebih murah.
  • Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi berjalan.

KELEMAHAN TOPOLOGI BUS :

  • Jika kabel utama atau backbone putus maka komunikasi gagal.
  • Bola kabel utama sangat panjang maka pencarian menjadi sulit.
  • Kemungkinan akan terjadi tabrakan data (data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan akan menurukan kecepatan komunikasi.
  • Keamanan data kurang terjamin.
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh.


5. TOPOLOGI STAR




Topologi star adalah topologi jaringan komputer di mana semua node terhubung ke hub terpusat. Hub atau switch bertindak sebagai middleware antara node. Setiap node yang meminta layanan atau menyediakan layanan, pertama-tama hubungi hub untuk komunikasi.

KELEBIHAN TOPOLOGI STAR :

  • Tingkat keamanan yang cukup baik.
  • Bersifat fleksibel / mudah dalam hal instalasi.
  • Proses pertukaran data yang tidak terlalu rumit.
  • Mudah  dalam  hal  trobel  shooting  jaringan  karena  satu client  menggunakan  satu  jalur akses.
  • Mudah untuk penambahan dan pengurangan komputer client.
  • Apabila  satu  komputer  yang  mengalami  kerusakan  dalam jaringan  maka  computer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star.
  • Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

KELEMAHAN TOPOLOGI STAR :

  • Jika switch / hub titik pusat rusak maka seluruh jaringan akan down.
  • Jika  terlalu  banyak  pengguna  maka  lalu  lintas  akan semakin  padat  dan  membuat jaringan menjadi lambat.
  • Dalam proses instalasi memboroskan banyak kabel.
  • Boros kabel maka akan secara otomatis memakan biaya yang cukup banyak.
  • Jika port dalam HUB / swicth salah satu rusak maka tidak dapat  dipergunakan, bahkan dalam jangka panjang akan merusak port – port yang lain.

6. TOPOLOGI GABUNGAN ( EXTENDED / HYBRID )




Topologi Hybrid adalah topologi komputer yang merupakan kombinasi dari dua atau lebih topologi. Dalam penggunaan praktis, mereka adalah yang paling banyak digunakan.

Pada topologi ini, semua topologi saling berhubungan sesuai dengan kebutuhan sehingga membentuk hybrid. Semua fitur bagus dari setiap topologi dapat digunakan untuk membuat topologi hybrid yang efisien.

KELEBIHAN TOPOLOGI GABUNGAN ( EXTENDED / HYBRID ) :

  • Fleksibilitas
  • Menambahkan koneksi perangkat lainnya adalah mudah, karena node dan / atau peripheral baru dapat dihubungkan ke topologi dan topologi dapat dihubungkan dengan topologi hybrid kata dengan mudah.

KELEMAHAN TOPOLOGI GABUNGAN ( EXTENDED / HYBDRID ) :

  • Pengelolaan Sulit.
  • Biaya mahal dibandingkan dengan topologi lainnya.
  • Instalasi dan konfigurasi topologi sulit.

7. TOPOLOGI TREE


Topologi Tree–juga disebut topologi “hierarki” atau “bintang dari bintang”, topologi tree adalah kombinasi dari topologi bus dan star. Node terhubung dalam kelompok workstation berkonfigurasi bintang yang bercabang dari “root” tunggal. Node akar biasanya mengontrol jaringan dan terkadang arus lalu lintas jaringan. Topologi ini mudah diperluas ketika pengguna baru perlu ditambahkan, itu hanya masalah menambahkan hub baru. Ini juga mudah dikendalikan karena root menyediakan manajemen dan pemantauan terpusat.

KELEBIHAN TOPOLOGI TREE :

  • Merupakan jaringan besar sehingga dapat mengelompokkan antara satu topologi dengan topologi lainnya.
  • Keamanan yang sangat terhandel.

KELEMAHAN TOPOLOGI TREE :

  • Proses instalasi yang rumit.
  • Troubleshooting yang tidak mudah karena mencakup jaringan yang besar.
  • Biaya instalasi yang mahal.
  • Kinerja jaringan akan menjadi lambat karena user pengguna semakin banyak.

8. TOPOLOGI PEER TO PEER


Peer to peer adalah suatu jaringan komputer yang mana setiap komputer saling terhubung pada jaringan tersebut, Baik komputer server ataupun komputer klien. Setiap komputer memiliki kedudukan yang sama, tidak ada kontrol pusat ataupun server yang bertugas khusus.
Pertukaran data terjadi antar komputer baik secara langsung, tidak perlu mengatur pembagian hak akses. Pada sisi keamanan setiap pengguna komputer memiliki tanggung jawab penuh atas setiap perangkat komputernya sendiri.

KELEBIHAN TOPOLOGI PEER TO PEER :

  • Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  • Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  • Instalasi jaringan yang cukup mudah.

KELEMAHAN TOPOLOGI PEER TO PEER :

  • Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  • Sulit dikembangkan.
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

Komentar